Cara Mengelola Keuangan Untuk Freelancer

Pekerja lepas alias freelancer akhir-akhir ini menjadi trend, karena bisa work from home dan menghindari kerumunan di kantor. Menjadi frelancer adalah passion saya, karena bisa bekerja di mana saja dan kapan saja, asal punya koneksi internet. Keunggulan lain adalah punya mendapatkan pendapatan yang cukup.

Namun kadang ada yang bertanya, apakah bisa survive ‘hanya’ dengan menjadi pekerja lepas yang notabene tidak mendapat gaji bulanan seperti ASN atau pegawai swasta?

Sebenarnya bekerja di sektor apa saja bisa sama makmurnya, asal lihai dalam mengelola keuangan. Jika seorang  freelancer tak menerima gaji tiap tanggal 1, maka tidak masalah. Ini beberapa cara saya mengelola keuangan:

1. Sisihkan untuk Kebutuhan Pokok

Setelah menerima fee dari klien yang membayar jasa (pembuatan website, jasa hosting atau domain), maka saya langsung sisihkan untuk kebutuhan pokok. Misalnya untuk membeli beras, gula, minyak, dll. Dengan cara ini, maka istri tidak akan bingung saat ke dapur lalu apa-apa habis.

Bagaimana jika fee nominalnya lebih sedikit daripada harga beras 25 kg? Caranya dengan mencicil pembelian. Misalnya jika honor yang datang baru cukup sebagian disisihkan untuk membeli gula pasir dan minyak goreng, tidak apa-apa. Nanti membeli beras dan sembako lain saat ada fee selanjutnya.

2. Jangan Lupa Bayar Tagihan Bulanan

Tagihan bulanan seperti bayar listrik, langganan internet, air, BPJS, juga wajib dibayar kan? Saya biasanya langsung menyisihkan sebagian jika ada fee yang turun. Jadi nanti tenang jika sudah dekat tenggat waktu pembayaran tagihan, ada uangnya untuk membayar. Kerja jadi tenang dan tidak bingung mengatur uang untuk bayar tagihan.

3. Catat Pemasukan dan Pengeluaran Sekecil Apapun

Kunci dari pengaturan keuangana adalah mencatat. Saya catat semua pengeluaran, misalnya untuk beli bensin seminggu, beli sembako, pulsa, bayar tagihan sampah, dll. Jika takut lupa maka bisa mencatat di notes HP terlebih dahulu.

Dengan catatan keuangan maka saya bisa ,melihat apakah bulan ini boros atau hemat? Kalau pengeluaran berjubel maka bulan depan bisa direm sedikit. Sebagai freelancer tentu saya wajib semangat kerja agar pendapatan bertambah dan mengendalikan diri agar pengeluaran berkurang.

4. Pakai Rekening yang Berbeda

Memiliki beberapa rekening yang berbeda juga memudahkan saya untuk mengatur keuangan. Ada rekening khusus untuk membayar tagihan, ada rekening untuk menerima fee, dan ada pula yang khusus untuk mengendap alias tidak bisa diambil karena untuk kebutuhan mendesak.

Punya tabungan mengendap sangat penting karena kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, misal butuh uang untuk servis motor, renovasi rumah, dll. Jadi, uang yang ada di rekening itu memang tidak boleh diutak-atik.

5. Manfaatkan Diskon

Saat ini banyak yang memberi diskon, misal bayar dengan uang elektronik akan dapat cashback, gratis ongkos kirim, dll. Saya biasa memanfaatkannya dan lumayan bisa menghemat pengeluaran bulanan.

Inilah cara-cara saya untuk mengelola keuangan ala freelancer. Kemampuan finansial wajib dimiliki, agar nanti kita punya tabungan dan tidak kelabakan saat ada kebutuhan yang membutuhkan banyak dana. Nah bagaimana cara memulai usaha di bidang internet dan jadi freelancer dengan pendapatan yang cukup besar?

Jangan khawatir kawan, karena saat ini ada aplikasi pinjaman online Tunaiku yang dijamin valid karena terdaftar secara resmi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sudah banyak sekali nasabah yang merasakan manfaatnya dan mendapatkan pinjaman uang untuk modal usaha. Caranya juga bisa via web atau aplikasi dan hanya butuh KTP lalu isi formulir.

Bagaimana kawan, sudahkah memiliki keberanian untuk jadi freelancer? Cara mengelola keuangan juga cukup mudah, asal teliti dan disiplin saat menjalankannya.